Dear God,
Dear God,
Seperti seorang anak kecil di labirin yang sulit menemukan jalan keluar dan merengek karena tidak menemukan jalan keluar, namun sambil menangis dan mencari jalan untuk mengakhiri sebuah jalan lika-liku untuk keluar. Itulah yang aku hadapin. Sekarang, pikiran buntu seperti tidak ada jalan keluar di setiap masalah-ku. Seiring berjalannnya waktu selama 1 tahun lewat, bertubi-tubi masalah yang aku alamin setiap harinya. Masalah keluarga, ekonomi, kuliah, teman-teman, dan usaha. Ketika semua masalah yang aku anggap tidak bisa aku atasin satu per satu dan rasa ingin keluar dari berberapa masalah, akan tetapi sangat sulit mencari jalan keluar. Frustasi, stress, dan depresi seolah berteman di dalam tubuhku ini. Membandingkan nasib orang lain jauh lebih beruntung daripada yang aku alamin sekarang. 1 tahun penuh kegelisahan, air mata, kuatir, dan cemas. Bertanya pada diri sendiri, kenapa hidup-ku selalu menderita, di berikan cobaan bertubi-tubi. Semua masalah yang aku alamin seluruhnya aku pendam dan simpan sendiri. Merasa gagal menjadi manusia yang harus berinteraksi dengan sesamanya. Merasa gagal tidak mempunyai teman yang dapat nenangin hati. Menjalani hidup dengan penuh pertanyaan di dalam hidup ini. Segala keinginan ku di 2020 sirna. Buntu. Menyalahkan diri sendiri. Saat ini aku hanya ingin memfokuskan diri ku kepada yang aku prioritaskan. Aku kuatir terhadap masa depanku. Ya, benar. Tapi aku percaya semua rancanganMu tepat pada waktunya. Kau tak akan membiarkan aku didalam lembah kekelaman. Secara manusia jujur aku tidak sanggup lagi. Karena Iman dan Pengharapan aku mampu bertahan sejauh ini. Engkau menguatkanku. Engkau mengajarkanku untuk menjadi perempuan yang tangguh. Tuhan sejauh ini apapun yang aku mau lakukan untuk hal pribadi ku aku urungkan. Aku mau memprioritaskan yang lebih penting. Tuhan aku serahkan masa depanku le dalam tanganMu namun aku kuatir. Ampuni aku Tuhan, banyak masalah yang aku hadapin saat ini namun aku percaya Engkaulah satu-satunya jalan keluar bagiku. Tuntun aku sesuai rencanaMu. Tuhan masa depanku di dalam tanganMu, aku hanya bisa mengandalkan dan berharap kepadaMu saja. Engkau baik Tuhan selamanya Engkau baik. Secara manusia aku sering di hina, dibuang, dan tak dianggap. Tapi Engkau Tuhan selalu di pihakku apapun yang Kau kehendaki atasku. Aku mau Tuhan. Terimakasih untuk kasih setiaMu. Ajariku menjadi manusia yang penuh rasa syukur. Terimakasih untuk segala sesuatu sejauh ini. TanpaMu aku ga ada apa apanya. Thankyou God.
Comments
Post a Comment